LAlapsambEL and the City

Archive for the ‘I Think…’ Category

Women

Posted on: Maret 31, 2011

I’m grateful to have a chance to learn about women.

In my office, I see career women doing their best for their work, no matter how difficult it is. I don’t know how they are at home, but at the office they’re confident and responsible with their decisions.

During my commuting time, I see women proudly going to work, doing their best to look beautiful, even though some fall asleep during the travel, might be tired from doing their job and serving their family – no time for rest.

Some of these working moms call their children during the day in between their busy meetings or in the evening on their way home or at night when they have to go for out-of-town business. They work hard to handle their double roles, yet they handle them very well. I guess this is what our modern society expects to women: to work with the same quality with men, yet handling responsibility to take care of the family.

Now, let’s look at other kind of women. My current job is handling products for women. Of course, I need to understand my consumer. With this, I get a chance to see women with different role from what I wrote above: housewives. Since I haven’t got a chance to have this role on my own, I didn’t know how their life is like. Here, I learn what they feel and what they do, what makes them happy or sad. A lot of people think that being a housewife is easy, happy, not frustrating, etc. But when I hear from them, I see that they work as hard – to keep their husbands happy with their appearance, food they cook, house they clean up, to take care their children well, or even to ensure the money their husband gives is enough for all the household needs.

Doing their not-as-easy roles, yet a lot of them feel they are nothing compared to men, or even to career women. I think this world is not built by only some group of people, but by each of us. We need everyone to feel as important. Women – together with men – build the world. We might have different roles, but it is not our right to undermine roles of others.

Iklan

Setiap ulang tahun, hal yang selalu gue ingat adalah akan segera berakhirnya tahun ini. Tentu saja, karena hari ulang tahun gue hanya berjarak 9 hari dari tahun baru. Kalau ngomongin tahun baru, biasanya orang-orang sibuk dengan resolusinya untuk menjadi lebih baik. Buat gue, tahun baru adalah penanda waktu yang berjalan. Apa yang sudah kita capai di tahun tersebut? Apa yang ingin kita raih di tahun depan? Jadi, yang penting di setiap tahun baru adalah tujuan. Karena tanpa tujuan, nggak bakal ada semangat untuk terus melakukan apa yang kita inginkan. Tapi kalo sudah ada tujuan, tentu kita ‘dipaksa’ mikir gimana cara mencapainya. Sebelum melantur lebih jauh dan karena gue suka banget bikin list (hehe), mari kita list hal-hal yang berhasil gw capai tahun ini / masih harus dicapai tahun depan:

  1. Love my job!
    Seperti yang kalian tahu, gue ‘nyebrang’ dari kuliah gw di IT ke pekerjaan gue di marketing / brand management sekarang. Gue memang tertarik dengan bidang ini, dan juga gue nggak merasa ‘passionate’ saat mengerjakan tugas-tugas kuliah gw dulu. Jadi, atas dasar ‘mencari passion’, masuklah gue ke tempat kerja sekarang. Ternyata, banyak hal-hal yang sangat menarik yang gue pelajari di sini, biarpun capek karena banyak banget yang musti dikerjain, hehe. Tapi, selama gue bisa menjalani hari dengan senang karena mengerjakan hal yang gue suka, ini sudah suatu pencapaian penting buat gue. Tentu masih banyak hal-hal yang harus gue perbaiki di cara kerja gue, di antaranya datang telat (>.<), nggak konsen, dan bingung sendiri. Harus bisa lebih baik lagi tahun depan! \(^o^)/
  2. Traveling
    Hal yang gue suka selain ‘mengejar target’ (dalam hal apapun ya, kan gue kompetitif, hehe), adalah traveling. Tahun ini, tempat-tempat yang berhasil gue kunjungi untuk adalah Bangkok (1st time!), Singapore (1st time to Merlion!), Pulau Tidung (1st time!), Waterbom & Snow Bay Jakarta (1st time! boleh dihitung rekreasi dong), kota tua Jakarta (1st time ke Museum BI & Museum Bank Mandiri!), Hong Kong & Macau (1st time!), Surabaya (1st day trip flight!), Palembang (1st time!), dan Makassar (1st time!).

    Trip ke Bangkok & Singapore itu adalah pertama kalinya gue independent traveling, alias mengatur jadwal dan bayar sendiri! Jadi, karena duit terbatas, selama ini gue selalu jadi business traveler, yaitu pergi ke suatu tempat dengan urusan tertentu, yang tentu dibayarin sama yang punya urusan, misalnya penyelenggara pertandingan. Kalau business traveling, tentu yang pertama disiapkan adalah ‘business’, bagian ‘traveling’ biasanya dipikirin belakangan. Nah, kalo independent traveling kan yang disiapin ya jalan-jalannya itu sendiri. Jadilah gue ketagihan searching2 tempat yang mau dikunjungi. Seruuu, di trip ini gue jalan bareng Arum, sahabat gue dari SD, dan berhasil ketemu Tan & Chatta, teman-teman Thai yang gue kenal pas AFS dulu.

    Trip ke Pulau Tidung adalah reuni bareng teman-teman IF 05. Seru banget jugaaa, sayang cuma weekend getaway, hehe. Gue nggak nyangka ada pantai sebagus itu ‘hanya’ beberapa km dari Jakarta!

    Trip ke Hong Kong & Macau adalah rencana ‘nekat’ membawa nyokap & ade gue independent traveling. Ternyata seru juga traveling bareng keluarga tanpa tour, bebas ngatur jadwal sendiri. Sebenernya, tadinya gue rada takut karena ini pertama kali gue ke Asia timur, tapi pas udah sampe sana, yang ada seneng aja, tuh.

    ‘Bonus’ traveling terakhir adalah tugas kantor gue mengunjungi Surabaya, Palembang, dan Makassar. Pas ke Surabaya & Palembang PP dalam sehari sih, jadi ‘cuma sempet’ menikmati keadaan & mengamati orang-orang di sana (salah satu tugas kantor gue adalah berkunjung ke pasar), plus wisata kuliner pas makan siang & beli oleh2. Kalo pas  ke Makassar, karena di akhir minggu, gue extend 1 malam dengan numpang di rumah Echa, juga ketemu Adi (dan istri), juga Dea, semuanya teman-teman AFS gue dulu, dan jalan-jalan dong.

    Oya, satu hal yang gue sadari saat gue traveling (independent) adalah: gue kangen kerja! Gue bersyukur punya pekerjaan yang gue suka, jadi sepulang traveling, gue bukan sedih karena harus kembali bekerja, tapi justru punya semangat baru! Wouldn’t it be the best feeling?! ;)Hal-hal lain yang berhubungan dengan traveling, adalah belum tercapainya keinginan gue untuk rafting (belom pernah!) dan ngambil diving course, semoga tahun depan bisa! Yang sudah tercapai lainnya, adalah punya kamera waterproof! Penting banget tuh buat ke pantai / waterpark, hehehe..
  3. Financial
    Gue berhasil punya tabungan! Gue pernah nulis di sini kalo gue tuh susah banget nabung. Setelah rajin mantengin dan belajar dari Ligwina Hananto & Safir Senduk, akhirnya saat ini gue berhasil punya tabungan & investasi. Hal ini berbeda jauh dari akhir tahun lalu, saat tabungan gue nyaris kosong, padahal gaji  datang tiap bulan. Ternyata, kalo buat gue, kuncinya adalah punya target, dan menghitung gimana biar bisa mencapai target tersebut, dengan realistis tentunya. Selain itu, gue juga sangat menikmati proses ‘belajar financial planning’ ini, mulai dari belajar apa itu investasi, sampai produk-produk investasi apa yang bisa gue pakai. Nah, yang gue kerjakan dengan duit gue itu prakteknya. Alhamdulillah, gue merasa semakin ‘tidak pelit’ 😛 dan bisa berbagi, karena gue tahu yang gue punya lebih dari cukup. 🙂
  4. Family & friends
    Satu hal yang gue senang di tahun ini adalah bertemu lagi dengan teman2 lama, baik ketemu beneran atau di dunia maya. Dengan traveling, gue bisa bertemu mereka, biarpun ga cuma satu janji yang batal, karena waktu yang terbatas. Tapi paling nggak, kita sudah contact2an. Pas Lebaran juga, gue berusaha silaturahmi di dunia maya sebisa mungkin, karena kalau hari biasa sama2 sibuk, yang ada kalo dipanggil di YM kagak dijawab, hihihi.

    Sementara itu, di keluarga gue ngerjain dan belajar banyak hal, mulai dari belanja bulanan, ngurus tagihan2, pembelian mobil, renovasi rumah (dan turunannya), sampai jalan-jalan bareng. Seru deh pokoknya. 😀
  5. Body & beauty
    Kalau ada 1 hal yang ingin gue kembaliin seperti dulu, adalah berat badan gue. Sejak gue pindah ke marketing dan stay di kantor terus, berat badan gue konstan nggak turun2 selain pas puasa. Abis, banyak banget godaan makanan2 di kantor kalo siang, hehe. Ditambah lagi, susah nyari waktu & tempat buat olahraga. Untungnya, mulai November akhir kemaren, gue resmi jadi member fitness center di Crowne Plaza yang nggak jauh dari kantor. Thanks to Mardi yang udah ngasih tau keberadaan tempat ini. Jadi, gue bisa fitnes / renang pagi2 sebelum ngantor deh sekarang.

    Gue juga merasa lebih bisa milih2 pas belanja, serta mix & match baju yang OK buat ke kantor / jalan2. Biarpun dalam hal pake make-up, gue belom merasa ada kemajuan yang berarti, hehe. Oya, di kantor gue juga ada program pijat gratis setiap 2 minggu, jadi lumayan lah, kalo lagi pegel-pegel.
  6. Others
    Hal-hal lain yang masih harus diperbaiki tahun depan, adalah baca buku & nulis. Terbukti dengan menumpuknya buku-buku yang belom kebaca (semangat pas beli doang :P), dan terlantarnya blog ini. Juga harus mikirin rencana S2 dan turunannya (belajar GMAT, essay, recommendation, dll), juga rencana bisnis.

Kayaknya bisa keliatan ya, tahun ini yang gue paling puas itu apa: traveling! Tapi sebenernya, yang gue senang di 2010 adalah gue bisa menikmati hidup dengan apa yang gue lakukan. Dengan hati yang positif, kita bisa menyebarkan ‘aura positif’ ke sekitar kita lebih banyak. Ini juga yang ingin gue lakukan lebih banyak di tahun depan, yaitu lebih banyak menginspirasi. Di antaranya, dengan menulis lebih rajin. Kayaknya ini keinginan gue yang dari tahun ke tahun yang belom tercapai juga. Gue juga mau aktif lagi volunteer mengajar anak2 yang kurang mampu, biar mereka ikut semangat!

Oya, sebenernya gue pengen mengganti kata-kata ‘gue’ di sini dengan ‘saya’, tapi kok ya sepertinya terkesan ‘tua’, biarpun mungkin lebih ‘dewasa’. Nggak apa-apa kan, tetap mempertahankan ‘gue’ di umur yang sekarang ini. Umur gue masih bisa diliat di Facebook kok, dan gue akan tetap mem-publish itu selama gue belum merasa tua. :mrgreen:

Got Job?

Posted on: Oktober 17, 2009

With graduation and job fairs everywhere this month, I feel a bit tempted to come and look around. There may be something interesting there, or even just to meet people for reunion. ^^;

But again, before shopping around, I ask to myself. Are you passionate about what you do? Do you like the industry where you work? Does it give you what you need? In short, are you happy with your job? And I can’t say no to all those questions. Do you want to know why?

Baca entri selengkapnya »

Selingkuh

Posted on: Mei 11, 2008

Tumben nih, judul posting gw cuma 1 kata. Kontroversial pula. Lagi pengen posting soal personal life aja, sih. Setelah banyak nge-post soal Imagine Cup, bosen juga ya. Sebenernya sih, pengen cerita soal presidential lecture deaturing Bill Gates di JCC Jumat kmaren. Tapi kayaknya udah banyak media yang nulis, bisa baca di sini juga. Inspiring banget sih, menurut gw. Selain itu, Sabtu kmaren, tim Antarmuka juga tampil dengan sukses pada interview live di Topik Siang di ANTV. Tapi lagi”, gw bosen cerita Imagine Cup, sodara” 😛 So, sesuai dengan judulnya, gw mau cerita soal selingkuh-selingkuhan, berhubung personal life gw baru” ini menyangkut tentang selingkuh.

OK, sebelum diterusin, ada peringatan awal nih. Gw nulis ini dengan tujuan memperingatkan para wanita biar ga terjebak sama para lelaki yang ngajak selingkuh, atau menyelingkuhi kalian. Gw juga bukan mau bangga jadi selingkuhan atau diselingkuhin, melainkan bangga dengan keputusan gw untuk menolak praktek perselingkuhan, hehe. Gw sama skali ga bermaksud menjelek-jelekkan orang di sini. Kalo ada yang ngerasa, ya… siapa suruh selingkuh! Hahaha :mrgreen: Demi perdamaian dunia, nama dan tempat tertentu sengaja disamarkan. Kalo para pembaca masih tau siapa, apa, dan di mana yang dimaksud? Ya, lagi”… siapa suruh selingkuh! :mrgreen: Yang terakhir, gw juga minta maaf sebelumnya kalo gw bakal menggunakan stereotyping dan asumsi yang belum tentu bener. Kalo ternyata ada di antara pembaca yang ga merasa seperti itu, ya maaf… ^^

Jadi, ceritanya gw mau share pengalaman gw dalam hal perselingkuhan, hehehe. Dalam perselingkuhan, kan ada 3 pihak tuh. Kita liat gmana cerita gw dalam menjalani ketiga peran tersebut:

1. Yang berselingkuh
Alhamdulillah, sampe skarang gw blom pernah selingkuh. Hal paling deket dengan selingkuh yang pernah gw lakuin adalah jalan sama cowo lain, saat cowo yang sebelumnya deket sama gw, suka ngilang” dan ga jelas. Tapi, berhubung ga ada status, menurut temen gw sih, itu bukan selingkuh. Karena gw blom (dan ga akan) pernah mau mendapat peran ini, ayo kita liat masalah selingkuh-selingkuhan ini dari sudut pandang lain aja, hehehe.

2. Yang diselingkuhin
Hm, ini pernah terjadi saat gw menjalin hubungan dengan salah seorang mantan gw. Dia selingkuh sama cewe lain, sampe batas yang… ehm, keterlaluan, menurut gw. Alasannya, karena dia bisa dapet perhatian dari cewe itu, yang ga bisa dia dapet dari gw. Dari situ, gw sadar, kalo cowo itu selingkuh karena ga bisa mendapatkan sesuatu dari pacarnya, yang bisa dia dapatkan di selingkuhannya. Waktu hal ini terjadi, gw juga introspeksi diri, dan ternyata mungkin gw ga bisa ngasih perhatian cukup buat dia waktu itu dan terlalu sibuk sama diri gw sendiri. Jadi, gw ga mutusin dia waktu gw tau hal ini, dan mencoba memperbaiki diri. Tapi ya, mungkin karena situasi dan cara pandang yang terlalu banyak beda, dengan situasi yang udah ga enak, akhirnya kita putus juga. Nah, ini udah jadi salah satu contoh gmana selingkuh menghancurkan hubungan. Skarang, mari kita liat selingkuh dari sudut pandang yang terakhir.

3. Yang jadi selingkuhan
Nah, ini yang baru aja terjadi sama gw, jadi ceritanya mungkin paling panjang *curhat mode* Hayo, udah penasaran, ya? 😛 Jadi, awalnya, seorang temen minta gw jadi tour guide selama dia di Bandung. Berhubung gw adalah temen yang baik, gw anterin aja, deh. Kita jalan ke sebuah cafe di deket kampus gw, yang kalo weeknight, sepi” aja. Di situ dia cerita, gmana hubungan dia sama cewenya yang lagi bermasalah. trus gw cerita soal love life gw, gmana gw putus sama mantan gw. Kita juga cerita tentang berbagai hal lainnya. Sepertinya, kita ngomongin apa juga bisa nyambung. Dia juga bersikap sangat menghargai wanita. Dari pertemuan ini, gw mulai tertarik sama dia. Besok”nya, saat dia udah cabut dari Bandung, kita sering chatting, hampir tiap hari. Tapi, kalo gw sms, ga pernah dibales. Begonya, gw blom sadar kalo ini adalah salah satu tanda” selingkuh. Setelah seminggu, dia ngilang, dan gw juga sibuk sama Imagine Cup, jadi chatnya ga se-intens pas dia baru balik dari Bandung. Beberapa kali gw dateng ke Jakarta (mostly buat ngurus Imagine cup, entah cari data atau presentasi-nya) dan ngajak dia ketemu, tapi dia ga pernah mau. Sampe final Imagine Cup pun, dia ga dateng. Alesannya sih kuliah, tapi mungkin banget kan, kalo dia ga mau keliatan akrab sama gw di depan orang lain, apalagi kalo ada temen-temennya.

Baca entri selengkapnya »

Kmaren pagi, keluarga gw pergi naik mobil Kijang tahun 1990an. Di dalam mobil itu ada 8 orang, dengan susunan tempat duduk berikut: Om dan Tante gw di 2 kursi depan, di kursi tengah ada gw, ade gw, nyokap gw, dan tante gw. Sementara itu, di kursi belakang (yang duduknya berhadap-hadapan itu) ada sepupu gw + om gw. Merasa ada yang salah? Kalo jawaban lo adalah “nggak”, berarti lo masih waras “ya”, silakan tunjukin apa yang salah dan knapa.

Ceritanya, keluarga gw mau pergi ke Lembang, jadi jalannya lewat Setiabudi. Pas di sekitar Karang Setra, tiba-tiba sekelompok polisi minta mobil ini buat minggir. Semua penumpang mobil mikir: “Eh, apa-apaan nih? Perasaan ga ada yang salah, deh”. Ya udah, karena menghormati si polisi, om gw minggirin mobilnya. Pas buka jendela, salah satu polisi bilang: “Wah, sempit amat ya di dalem. Kebanyakan tuh orangnya!” (Yah, gitu deh kira-kira. Hasil terjemahan bebas dari bahasa Sunda yang dipake di percakapan sebenernya). Abis itu, om gw keluar dari mobil dan “ngobrol sebentar” sama polisi itu. Pas balik ke mobil:

Penumpang: Abis brapa, ua?

Ua (Om): Rp125.000

Penumpang: Hah????!!!! #$%&#%#@*!

Gw tau, mobil om gw emang plat B dan lagi berkeliaran di Bandung di suatu pagi di hari libur nasional, tapi gw ga tau, apa sih yang ada di pikiran polisi itu pas nyetop mobil. Ga ada alasan buat ngeluarin surat tilang, gitu! Kebanyakan orang dalam mobil? Nonsense! Sejak kapan di Indonesia ada peraturan “tidak boleh ada 4 orang menempati kursi tengah mobil Kijang”? Seriusan, gw sampe nanya Mbah Google, dan menurut beliau, di Indonesia ga ada peraturan gitu, tuh. Kalopun ada, kapan sosialisasinya? Kalo di salah satu negara lain (baca: Amerika), emang ada peraturan kalo jumlah penumpang mobil ga boleh melebihi jumlah sabuk pengaman yang tersedia, “secara” tiap orang kudu pake sabuk pengaman. Kalo di Indonesia, bukannya cuma penumpang kursi depan ya yang wajib? CMIIW, tapi setau gw, undang-undang no.14 tahun 1992 tentang lalu lintas bilangnya: pengemudi dan penumpang di sebelah pengemudi wajib menggunakan sabuk pengaman (Tuh, gw cari beneran).

Baca entri selengkapnya »

First of all, happy belated new year! Haha, telat banget deh nih post, dah nongkrong beberapa saat sebagai draft. But it’s better late than never, though. Anyway, why do I write partly in English? Because I just found and connected back with my old friends who don’t understand Indonesians here, so I just want to give them some ideas about what’s going on in my blog if they ever come to visit. Feel free to write your comments in any languages (oops, only the ones that I understand, please).

So, it all started as I realized that I turned 21 on December 23, 2007. Wow, I’m a legal adult now! Nah, gw jadi mikir, apa sih yang udah gw lakuin dan yang mau gw lakuin setelah 21 tahun pertama hidup gw. So, here are the things that I want to do, hopefully not only for this year, but also for the rest of my life. Panjang penjelasannya, but worth to read if you want to know more about me. Baca entri selengkapnya »

Posting ah… Udah lama nggak posting, padahal ga ada kerjaan juga. Kali ini, gw mau ngebahas soal ‘nulis blog’. Sebetulnya sih, udah agak lama mau nulis tentang ini, ternyata ada juga yang menulis hal yang mirip. Kalo Bu Reisha di blognya bilang bahwa dia pengen nulis blog tapi ga ada topik, gw justru sebaliknya. Gw sering banget nemuin hal-hal yang pengen gw tulis, langsung ketika gw sedang membaca atau mengalami suatu hal. Misalnya, gw jalan-jalan ke tempat baru, biasanya gw foto-foto, sambil mikir: ntar taroh di blog ah. Atau gw naik angkot terus kesel ama angkotnya, mikir juga: ntar cerita di blog, ah. Dan banyak lagi hal-hal yang sering gw pikirin untuk gw masukin ke blog. Sekarang aja misalnya, gw udah ‘posting di otak’ tentang hal-hal berikut: Jalan-jalan ke kota Jakarta lama, MTC, All About Strawberry, tentang angkot, salon, kecantikan, masakan-masakan gw, hubungan Indonesia-Malaysia, aplikasi HP, desktop widgets, dll. Wah, banyak banget kan? Cuma entah kenapa, begitu gw menyentuh keyboard komputer, hal-hal yang udah ada di otak tadi sering ga sampe ke jari, yang ada malah baca-baca terus, entah baca-baca website yang cukup berbobot, milis segala rupa, blogwalking, sampe baca profiles orang-orang di Friendster/Facebook :mrgreen:

Mungkin ya, kebiasaan ini muncul dari kebiasaan ‘lebih suka menerima daripada memberi’. Membaca itu seperti cuma menerima, sedangkan menulis itu seperti memberi. Kayaknya kebiasaan ini juga banyak berkembang di Indonesia, deh. Jadi orang yang lebih konsumtif daripada produktif. Wah, padahal ini kan kebiasaan yang harus diubah. Makanya, gw coba mengubah itu mulai dari sini. Orang yang menulis bisa punya banyak motif, tapi yang pasti, orang yang menulis dengan maksud baik adalah orang yang suka memberi dan nggak egois, karena dia mau membagi pengetahuannya ke orang lain 🙂

Baca entri selengkapnya »


LAlapsambEL tweets as @MpokElla

Get LAlapsambEL updates by email.

Iklan