LAlapsambEL and the City

East Meets West

Posted on: September 23, 2007

Akhirnya gw posting juga, setelah berbagai kesibukan, kemalasan, ketidakadainternetan, dan ‘kebanyakan alasan’:mrgreen: Iya, abis selama libur gw ceritanya sibuk jalan2, ngurus orientasi AFS, les Prancis (untung lulus ujiannya), dan bikin tugas oprec asisten Lab Gaib (untung keterima)😉 Anyway, gw bukan mau cerita soal libur or kuliah sekarang, karena cerita liburan udah keburu basi dan gw lagi blom pengen cerita tentang ‘keajaiban’ kuliah2 gw.

Cukup basa-basinya, sekarang posting beneran deh. So, apa yang kalian pikirkan waktu baca title post ini? Mengingat blog ini punya seorang Ella, dan skarang lagi puasa, kalo puasa gini enaknya ngomongin apa ya? Ya, betul! Pastinya yang gw tulis adalah tentang… MAKANAN, horeee!😛 Jadi, East meets West adalah makanan dengan karakteristik campuran antara gaya belahan dunia timur dan barat. Menurut seorang Ella yang suka makan dan masak, karakteristik makanan barat tuh bahan dasar karbohidratnya kentang/pasta, bumbunya pake saus tomat (red sauce) atau cream (white sauce), ada juga yang pake keju, trus dagingnya banyak yang processed, ga fresh, kayak sosis, smoked beef, kornet, dll. Kalo makanan timur, karbohidratnya biasanya nasi/mie, bumbunya kaya rempah2, dagingnya fresh/sesuai bentuk asli, dan (kalo makanan Indonesia) banyak yang digoreng. Contohnya? Nah, itu yang mau gw bahas banyak disini🙂

Kalian tau mie, kan? Tau juga chicken cutlet? Itu lho, daging ayam tanpa tulang (fillet) yang digoreng. Tau kari ala India juga? Nah, gw cukup kaget ngiler waktu diceritain cowo gw kalo dia memakan chicken cutlet noodle yang berisi ketiga benda di atas. Yah, berhubung gw ga punya bumbu kari India dan kalo beli cukup mahal, gw gak bisa nyoba😦 Tapi, seperti kata pepatah ‘Tak ada kari India, gulai Padang pun jadi’. Akhirnya gw bereksperimen makan spaghetti (ya betul, jenis pasta itu!) dengan makanan yang bersaudara paling dekat dengan kari yang bisa ditemui di rumah gw saat itu juga, yaitu gulai cumi! Hahaha, rasanya aneh, tapi enak! 8)

Oya, makanan ber-genre ‘blasteran’ ini sebenernya bisa ditemukan di sekitar kita dengan mudah, lho! Dengan rumus karakteristik makanan yang gw tulis di atas, maka kita bisa memasukkan ‘mie instan+telor+kornet+keju’, ‘pisang bakar keju’, ‘bakpia keju’, ‘cireng isi keju/kornet/sosis’, sampai yang belakangan ini baru ikutan: ‘lumpia basah keju/kornet/sosis’. Entah kenapa, semua makanan khas Indonesia ini jadi ditambahin keju/kornet/sosis, mulai dari yang pertama (mie, jajanan gw jaman SMP) sampe lumpia basah yang baru ditambahin keju/kornet/sosis beberapa bulan ini. Gw sih ga masalah dengan makanan2 yang bermutasi ini, toh yang tradisional dengan rasa asli masih dipertahankan, cuma dibikin variasi buat yang lidahnya suka ‘tantangan’🙂

Kalo yang kelasnya rada atas (baca:mahal), salah satu contohnya adalah Sushi Groove. Gw baru tau pas bener-bener makan di sana kalo restoran ini ternyata ga menyajikan sushi tradisional seperti aslinya di Jepang sana, melainkan sushi dengan genre yang disebut ‘groovy’ oleh si restoran. Jadi, sushi yang mereka buat ga cuma pake nori+nasi+ikan/telur yang dicelup ke kecap asin (soyu), tapi juga divariasikan dengan ditambah mayonnaise, keju, smoked beef, bumbu kari Jepang, cherry, bahkan cabe rawit! Ada juga yang digoreng, lho. Pokoknya enak-enak smua😀 Alhamdulillah, weekend 2 minggu lalu dan 2 minggu sebelumnya gw ditraktir makan di sini oleh 2 pihak yang berbeda, jadi bisa makan gratis sampe kenyang:mrgreen: Kalo beli sendiri sih, mahal bgt!😦 Rata-rata harga sushinya Rp39.000 per piring (@ 6 buah)

Eh, tapi ga semua makanan jenis ini enak, menurut gw. Salah satu yang gw ga suka adalah steak warung ala Waroeng Steak & Shake. Kayaknya kurang pas aja, tepungnya kebanyakan😦 Ada yang bisa recommend restoran dengan menu jenis ini dengan harga terjangkau (<= Rp25.000)? Kasih tau gw, ya! Pengen nyoba….!

Eniwei, selain spaghetti gulai cumi di atas, eksperimen gw lainnya adalah oreo goreng, yang gw bikin beberapa tahun lalu setelah googling, entah knapa sampai ke topik itu, salah satunya ada di website ini. Beneran gw coba lho, enak sih, tapi hati2 buat yang lagi diet rendah lemak, karena kadar lemak di oreo yang udah tinggi masih ditambah minyak goreng:mrgreen: Ada juga beberapa menu yang baru ada di pikiran gw, yaitu sayuran dalam salad dengan bumbu pecel, otak2 dengan bumbu steak, salmon steak dengan bumbu rendang (instead of tartar sauce), puding es teler, dan klepon isi chocolate chip (instead of gula merah). Ada yang berminat bikin? Kalo udah nyoba, kasih tau gw hasilnya, ya! Syukur2 kalo bisa dibagi makanannya ke gw:mrgreen:

Well, I just realized that I have this much passion for ‘East Meets West Cuisine’! Malah gw pengen buka restoran dengan menu spesialis itu. Bakal laku ga ya? Atau ada yang udah punya modal dan pengen minta ide2 menu? Silakan aja, asal jangan lupa copyright-nya (baca: bukan gretongan!)😀

5 Responses to "East Meets West"

jadi lapar😀

kalo pengen makan steak, coba lo ke pasadena deh. Jalan samping PVJ, masuk aja, daerah sukajadi. Itu resto favorit gw. Yah, harga sekitar 40rb lah(kalo sama minum), tapi worth it koq, sama makanannya.

selamat makan!
huehehe.

Reza: so what?😛
Mistervandy: bagus, tujuan gw bikin postingan ini berhasil dipenuhi:mrgreen:
Stef: Wah, boleh juga. Ntar gw coba deh. Thanx ya😉

salmon steak dgn bumbu rendang? aah jadi lapaar..
la, katanya steak di suis butcher setiabudi enak lho.. kapan2 kita ksana yuk, ajak si arinta & cowo2 ga jelas itu juga.. hoho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: